TORSION BAR ANGGREK JATUH
.
.
22 Agustus 2008, TORSION BAR KA 3 ARGO ANGGREK JATUH di km 217 – 219 antara Waru Duwur – Cirebon. Keterangan dari Masinis KA 3 adalah ketika dia melihat kebelakang dan tiba-tiba terlihat gumpalan debu yang berterbangan dibawah K1 2001909. Saat kereta berhenti, pemeriksaan dilakukan masinis bersama-sama dengan Kondektur Pemimpin (KP) Erwandi dan PLKA Sanan. Akhirnya ditemukan Torsion Bar pada K1 2001909 ternyata sudah pada posisi terjatuh, namun masih menggantung pada ujung lainnya. Selanjutnya penanganan setempat dilakukan untuk memastikan Torsion Bar tersebut tidak jatuh kembali.
Masinis Faisal (Depo Jati) dan Asisten Masinis Chaeroni (Depo Jati) telah mengambil tindakan yang cepat dengan segera menghentikan KA-nya. Adapun tindakannya tersebut adalah sangat perlu dihargai, karena kejadian ini akan sangat berpotensi terjadi Peristiwa Luar biasa Hebat (PLH). Torsion Bar yang jatuh dapat segera mengungkit bogie kereta, dan hanya butuh beberapa detik untuk memporak-porandakan rangkaian KA yang melaju dengan kecepatan 80-95 Kilometer Per Jam (Kpj). Korban material dan mungkin korban jiwa sudah jelas akan ada. Terganggunya Perka, itu sudah pasti. Tapi yang paling penting lagi adalah rusaknya citra PT KA (persero) akibat ketidakamanan jasa transportasi kereta api yang dilakukannya. Hal ini harus menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu dengan meningkatkan kualitas pemeriksaan sebelum kereta dilepas. Namun begitu semoga kejadian PL dan bahkan PLH semoga tidak terjadi lagi.

Awak KA 3 Argo Anggrek tanggal 22 Agustus 2008 :
Masinis : Faisal (Depo Jati)
Asisten Masinis : Chaeroni (Depo Jati)
KP : Erwandi (Jng)
PLKA : Sanan (Sbi)
R.AC : Juner (Sbi)
R.AC : Suparmo (Sbi)