.
.
1 Januari 2009, Depo Jatinegara selalu terus berusaha menekan gangguan di Perjalanan Kereta Api (Perka) yang disebabkan oleh lok Depo Jati yang mogok. Secara umum maka lok Depo Jati yang mogok di Perka telah mengalami penurunan sejak pertengahan tahun 2008. Meskipun pada November 2008 sempat mencapai titik terendah (1 lok), namun keseluruhannya masih jauh dibawah Norma Kendali lok mogok per 1 juta kilometernya; yaitu 22 lok.
Penyebab lok mogok adalah terutama disebabkan oleh kualitas pemeliharaan periodik yang kurang baik yang dilakukan oleh depo induk, PA/SPA & perawatan di balai yasa, dan operasional & pemeriksaan Dinas Cek (DC) di depo pemberangkatan awal (bisa depo induk, dan atau depo lain).
Kualitas pemeliharaan, baik pemeliharaan periodik dan juga Pemeliharaan Akhir (PA) atau Semi PA, ditentukan oleh banyak komponen, yang terutama adalah : 1. Alat produksi; yaitu SDM (skill-nya, jumlah-nya), Fasilitas (Tools, tempat bekerja, dll); 2. Suku cadang; ketersediaannya (availability) & waktu ketersediaannya, kualitas (quality); 3. Metode; cara atau strategi pemeliharaan yang dilakukan.
Sejak 2004, maka gangguan di Perka yang disebabkan oleh lok Depo Jng yang mogok jumlahnya tidak pernah kurang dari 100 kali kejadian mogok per tahunnya. Jumlah yang masih sangat banyak yang seharusnya tidak boleh terjadi. Namun begitu jumlah lok mogok pada 2008 sudah mengalami penurunan 47,9% dibanding lok mogok pada 2004. Yang jika trend ini dipertahankan, maka bukan tidak mungkin jumlah lok mogok kembali akan turun pada 2009.
Lok Depo Jng yang mogok di Perka jumlahnya sempat menyentuh angka 34 kali kejadian, yaitu pada Mei 2006. Dan secara garis besar maka jumlah lok mogok yang melampaui angka 22 lok per kejadian, maka sudah melewati Norma Kendali yang ditentukan. Hal tersebut terjadi 6 kali kejadian dalam 4 tahun terakhir (2004-2008), yaitu pada sebelum Juni 2004, September/Oktober 2005, Februari 2006, Mei 2006, Desember 2006, dan Oktober 2007. Lok mogok tertinggi yang pernah terjadi pada 4 tahun terakhir yaitu pada Mei 2006 (34 lok per kejadian). Sedangkan angka terendah yaitu pada November 2008 (1 lok per kejadian). Jumlah ini tentu tidak termasuk lok mogok yang disebabkan oleh karena garansi balai yasa dalam rentang waktu 3 bulan setelah selesai PA atau Semi PA yang jumlahnya sekitar 2-4 lok per bulan.
Pada akhirnya Depo Jng masih terus membenahi diri dengan meningkatkan kualitas pemeliharaan dan juga pemeriksaan lok untuk mendukung kelancaran Perka diwilayah Daop 1 Jakarta ini. Semoga.
.Penyebab lok mogok adalah terutama disebabkan oleh kualitas pemeliharaan periodik yang kurang baik yang dilakukan oleh depo induk, PA/SPA & perawatan di balai yasa, dan operasional & pemeriksaan Dinas Cek (DC) di depo pemberangkatan awal (bisa depo induk, dan atau depo lain).
Kualitas pemeliharaan, baik pemeliharaan periodik dan juga Pemeliharaan Akhir (PA) atau Semi PA, ditentukan oleh banyak komponen, yang terutama adalah : 1. Alat produksi; yaitu SDM (skill-nya, jumlah-nya), Fasilitas (Tools, tempat bekerja, dll); 2. Suku cadang; ketersediaannya (availability) & waktu ketersediaannya, kualitas (quality); 3. Metode; cara atau strategi pemeliharaan yang dilakukan.
Sejak 2004, maka gangguan di Perka yang disebabkan oleh lok Depo Jng yang mogok jumlahnya tidak pernah kurang dari 100 kali kejadian mogok per tahunnya. Jumlah yang masih sangat banyak yang seharusnya tidak boleh terjadi. Namun begitu jumlah lok mogok pada 2008 sudah mengalami penurunan 47,9% dibanding lok mogok pada 2004. Yang jika trend ini dipertahankan, maka bukan tidak mungkin jumlah lok mogok kembali akan turun pada 2009.
Lok Depo Jng yang mogok di Perka jumlahnya sempat menyentuh angka 34 kali kejadian, yaitu pada Mei 2006. Dan secara garis besar maka jumlah lok mogok yang melampaui angka 22 lok per kejadian, maka sudah melewati Norma Kendali yang ditentukan. Hal tersebut terjadi 6 kali kejadian dalam 4 tahun terakhir (2004-2008), yaitu pada sebelum Juni 2004, September/Oktober 2005, Februari 2006, Mei 2006, Desember 2006, dan Oktober 2007. Lok mogok tertinggi yang pernah terjadi pada 4 tahun terakhir yaitu pada Mei 2006 (34 lok per kejadian). Sedangkan angka terendah yaitu pada November 2008 (1 lok per kejadian). Jumlah ini tentu tidak termasuk lok mogok yang disebabkan oleh karena garansi balai yasa dalam rentang waktu 3 bulan setelah selesai PA atau Semi PA yang jumlahnya sekitar 2-4 lok per bulan.
Pada akhirnya Depo Jng masih terus membenahi diri dengan meningkatkan kualitas pemeliharaan dan juga pemeriksaan lok untuk mendukung kelancaran Perka diwilayah Daop 1 Jakarta ini. Semoga.



