KE DEPO KRL DEPOK
.
.
28 OKTOBER 2008 - Kunjungan KDT Jatinegara ke Depo Depok PT Kereta Api Commuter Jabotebek. Ditemani Kepala Ruas Pemeliharaan 1 Tahunan Budi Heryanto, KDT Jatinegera berkeliling dikawasan Depo Depok seluas 26 Hektar yang diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Januari 2008 lalu. Menampung 224 unit KRL adalah depo dengan kapasitas terbesar se-Asia Tenggara. Dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Jepang, depo ini menjadi depo KRL terbaru, sekaligus termodern yang ada di Indonesia. Los-los yang besar memungkinkan pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan dilakukan dengan leluasa. Ditambah fasilitas mesin bubut roda underfloor dan beberapa jenis mesin produksi membuat kegiatan pemeliharaan didepo ini menjadi lebih berkualitas. Depo Depok nampak representative dengan gedung-gedung perkantoran yang terintegrasi sesuai dengan system pemeliharaan yang dilakukannya. Kantor administrasi terletak dibagian depan, disamping mushola, dan juga kantin. Sementara kantor bagian produksi menyatu dengan los-los pemeliharaan dan perbaikan. Seluruhnya tertata dengan rapi sebagaimana mestinya sebuah depo yang memelihara asset yang besar. Tidak seperti banyak depo lain di PT Kereta Api (Persero) yang lebih konvensional, penataan los dan kantor yang seadanya, emplasemen untuk stabling yang tidak memadai, belum lagi masalah llingkungan yang tidak steril hingga membuat orang asing dapat keluar masuk depo dengan mudah, dan juga perawatan fasilitas yang sangat kurang. Maka Depo Depok seharusnya dapat dijadikan pembanding bagi pembenahan depo-depo lain yang ada diseluruh Indonesia, yang tentunya bertujuan untuk memperbaiki performansi sarana yang dipeliharanya. Dan semestinya Depo Depok dapat menjawab kepercayaan yang diberikan perusahaan dan juga pemerintah didalam mendukung dan mengembangkan transportasi kereta api di Indonesia, terutama diwilayah Jabodetabek yang menjadi wilayah operasionalnya.
.
.