.
DEPO JATINEGARA: DARI KE-3 MENJADI KE-1
.

20 Maret 2009, Dalam perjalanan 2 tahun terakhir, Depo JNG telah membuktikan diri sebagai depo lokomotip yang terus menerus berusaha memperbaiki performanya. Ini dibuktikan dengan diberikannya penghargaan sebagai depo lokomotip dengan performa peringkat 3 tahun 2007, dan pada 2008 memperbaiki posisinya menjadi peringkat 1 yang ditetapkan oleh Kepala Divisi Sarana melalui Surat Keputusan Kepala Divisi Sarana PT Kereta Api (Persero) Nomor: KEP.V1/081/III/2009, tanggal 19 Maret 2009. Penghargaan sebagai depo lokomotip dengan performa terbaik tahun 2008 ini langsung diberikan oleh Kepala Divisi Sarana Tating Setiawan kepada KDT Jatinegara pada 20 Maret 2009 pada rapat Evaluasi T-18 dan T-20 di Hotel Vue, Bandung. Depo Bandung yang pada 2007 sebagai depo terbaik, kini harus puas dengan berada diluar 3 depo terbaik. Begitupun Depo Purwokerto yang pada 2007 berada di peringkat 2 mengalami hal yang sama. Sebaliknya Depo Cirebon dan Depo Yogyakarta yang pada 2007 diluar 3 depo terbaik, kini tampil sebagai kuda hitam dengan predikat masing-masing ke-2 dan ke-3 pada 2008 ini.
Performa depo lokomotip terutama ditentukan oleh pencapaian kinerja lokomotipnya yang ditunjukkan oleh kilometer tempuh, jumlah gangguan lokomotipnya yang mogok di Perka, selain juga masalah teknis dan non teknis lainnya. Sehingga akumulasi dari faktor-faktor tadi memunculkan angka yang digunakan sebagai penilai permansi depo lokomotip.
Keberhasilan Depo Jatinegara menjadi depo lokomotip terbaik tahun 2008 ini tidak terlepas dari andil seluruh komponen yang ada di Depo Jatinegara, yang secara bersama-sama membangun sistem depo lokomotip dengan sistematis, taktis, didukung kekuatan persahabatan dan loyalitas. Diharapkan dengan diraihnya predikat depo lokomotip terbaik ini akan menjadi cikal bakal perubahan yang akan menjadi nafas bagi perusahaan kereta api satu-satunya di Indonesia ini yang juga akan dan segera menghadapi kenyataan menjalani bisnis kereta api yang tidak lagi sendirian pada masa yang tidak terlalu lama lagi pasca disahkannya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007. Tapi bagi personil Depo Jatinegara sendiri maka arti keberhasilan yang telah diraih adalah takaran seberapa hebat kekuatan persahabatan didalam mengeksplorasi kecerdasan dan kerja keras. Selamat!
.

Ke-3 Pada 2007 menjadi Ke-1 Pada 2008.