ANGGREK ANJLOG DI MANGGARAI
.
.
28 SEPTEMBER 2008 KA 3 ANGGREK ANJLOG di Sepur 3 sebelum masuk emplasemen dari arah Selatan Stasiun Manggarai. Posisi kereta terakhir; yaitu kereta pembangkit listrik, BP 97901, posisi merebah kurang lebih 30 derajat kearah Barat seperti baru meloncat dari sepur 2 dan menghantam box sinyal sebelah Selatan Stasiun Manggarai hingga rata dengan tanah. Perangkat roda dari bogie depannya berantakan dan tercerai berai. Posisi kereta kedua dari akhir yaitu kereta penumpang K1 97911 pada posisi masih tegak berdiri namun seluruh rodanya anjlog. Adapun rangkaian kereta didepan K1 97911 seluruhnya dalam posisi masih diatas rel dan dalam kondisi baik termasuk loko CC 203 38 yang diawaki oleh Masinis Siswadi dan Masinis Masjrul Junaedi dari Depo Jatinegara. Dari pemeriksaan dilokasi kejadian maka hampir dapat dipastikan bahwa kereta sudah anjlog disekitar belokan Gunung Antang; kurang lebih 2 Km sebelum masuk Stasiun Manggarai dari arah Timur. Dan dari penelusuran sepanjang rel ditemukan pula titik-titik yang diduga sebagai penyebab anjlognya kereta.
.
.
Taspat Jatinegara-Manggarai 70 KPJ, kecepatan 40 KPJ.
.
.
Pembatas Kecepatan (Taspat) dilintas Jatinegara-Manggarai adalah 70 Kilometer Per Jam (Kpj). Namun dari hasil rekaman speedometer Loko CC 203 38 menunjukkan bahwa kecepatan maksimum yang dicapai kereta dilintas tersebut adalah 40 Kpj. Artinya masih jauh dibawah kecepatan yang ditetapkan (kecepatan membuat kurva yang diarsir). Pada gambar rekaman speedometer terlihat pada Titik 1; yaitu kereta mulai berjalan setelah berhenti di Stasiun Jatinegara. Kemudian pada Titik 2; yaitu kereta mencapai kecepatan maksimum; kurang lebih 38 Kpj sebelum kemudian turun hingga mencapai kecepatan 25 Kpj di Titik 3. Dari Titik 2 ke Titik 3 adalah periode kereta akan memasuki emplasemen Stasiun Manggarai. Pada Titik 3 masinis menambah kecepatan karena telah melihat aspek HIJAU diujung Sinyal Keluar Stasiun Manggarai. Tetapi ketika sampai di Titik 4; yaitu pada kecepatan kurang lebih 38 Kpj, secara tiba-tiba kecepatan berubah turun secara curam hingga mencapai 0 Kpj. Saat itu masinis melakukan pengereman darurat (emergency). Diperkirakan pada Titik 4 tersebut masinis baru menyadari keretanya anjlog, dan diyakinkan dari keterangan masinis ybs. Tepatnya ketika keretanya menghantam box sinyal di emplasemen sebelah Selatan Stasiun Manggarai.
Sedikit menganalisa dari peristiwa ini, maka ada beberapa hal yang penting, antara lain:
1. Patahnya bantalan dijalan rel dilintas Gunung Antang diperkirakan adalah penyebab awal anjlognya kereta. Ini ditunjukkan dengan adanya bekas tapak roda anjlogan pertama didekat bantalan yang patah tersebut. Dan ini pun bisa jadi ada kaitannya dengan luka dikepala rel yang bisa terlihat didalam gambar;
2. Anjlognya kereta di Gunung Antang dan terseret hingga ke emplasemen Stasiun Manggarai adalah dikarenakan kecepatan kereta yang (sangat) rendah, hingga tidak langsung disadari oleh masinis. Dan juga karena masinis tidak dapat melihat roda kereta yang sedang berbelok di Gunung Antang dikarenakan bodi kereta yang bongsor, hingga menutup kebawah;
Evakuasi melibatkan Crew NR Depo Jati dan crane KIROW dari Depo Bandung, juga dari DK dan SK, Puk Mri, dan Balai Yasa Mri. Tidak banyak kendala didalam melakukan evakuasi yang dimulai pukul 08.00 wib ini. Mulai dari melepaskan rangkaian K1 97911 dengan kereta pembangkit BP, mengangkatnya, dan menariknya ketempat yang aman, setelah sebelumnya juga membuka Listrik aliran Atas (LAA) untuk memberikan ruang gerak crane Kirow, dan berakhir kurang lebih pukul 23.00 wib. Masih dengan sedikit kendala: Banyak komando.
Crew NR: Sudijono, Junaedi, Faisal, Sutrisno, Priyo, dkk.
.
.

Posisi Kereta Argo Bromo Anggrek dari salah satu sisi.

Sisi lain Kereta Anggrek yang terkapar.

Lubang disisi kabin penumpang.

Lubang itu.

Suspensi yang terkoyak.

Tidak lagi lurus.
Terlepas...

Diperkirakaan sebagai titik mulai anjlog...

Ini titik awalnya...

Roda menginjak rel yang menumpu pada bantalan yang 'kosong' karena patah..

Posisi ini: Anjlog.

Masinis tidak melihat roda kereta yang anjlog..